Bismillâhirrahmânirrahîm.
Ada banyak kisah yang menginpirasi kita dalam
kehidupan ini, salah satunya sebagaimana yang saya[1]
dapatkan dari salah satu group jejaring sosial facebook. Kisah pertama adalah
dialog antara Mr Inggris Vs Mr Sheikh, yang mempersoalkan tidak bisanya
perempuan berjabat tangan dengan lak-laki sembarangan dan kenapa perempuan
dalam Islam berjilbab.
Kisah kedua, diolag antara Nasrani Vs Muslim,
yang mempersoalkan poligami yang dilakukan Rasulullâh dan nikah dibawah umur
yang dilakukan Rasulullâh ketika menikahi Aisyah radhiyallâhu ‘anh dan
skandal sex bebas yang dilakukan sebagian orang barat, mereka menolak poligami
namun tidak menolak sex bebas diluar nikah.
Kisah ketiga, dialog antara Tukang Cukur dan
Costumer, dalam kisah ini yang dipersoalkan tentang teologi, keberadaan Allâh.
Dialog semakin sengit tatkala si Costumer menyerang balik, apa yang di persoalkan
oleh si Tukang Cukur. Saya kira semakin seru kalau kita membacanya dengan
seksama.
Kisah keempat, adalah kisah yang terjadi di
pengadilan Qasim Arab Saudi, diaman ada dua anak muda yang memperebutkan hak
asuh orang taunya yang sudah manula. Saya menanggapnya fenomen ini adalah kisah
yang paling mengharukan di pengadilan Saudi, karena pada zaman modern ini
jarang diketemukan anak yang sampai memperebutan hak asuh orang tuanya. Yang
kita temukan banyak anak yang durhaka pada orang tuanya bahkan tidak sedikit
anak yang membunuh orang tuanya. Wajib dibaca bagi anda yang memiliki orang tua
yang masih hidup atau anda yang menginginkan anak anda sholih.
Selamat berselancar dalam serangkaian kisah
inspiratif penuh hikmah!!!
MR. INGGRIS VS MR. SHEIKH
Mr. Inggris bertanya: “Kenapa dalam Islam
perempuan tidak boleh bersentuhan dengan sembarang pria?”
Mr. Sheikh menjawab: “Bisakah kamu berjabat
tangan dengan ratu Elizabeth?
Mr. Inggris menjawab: “oh… tentu tidak bisa! cuma
orang-orang tertentu saja yang bisa berjabat tangan dengan ratu.”
Mr. Sheikh tersenyum dan berkata:
“Perempuan-perempuan kami (Kaum muslimin) adalah para ratu dan ratu tidak boleh
bersentuhan dengan pria sembarangan (yang bukan mahramnya [orang yang haram
dinikahi seperti ayah, saudara kandung] dan suaminya)
Mr. Inggris bertanya lagi: “Kenapa perempuan
Islam menutupi tubuh dan rambut mereka?”
Mr. Sheikh tersenyum dan mengeluarka dua permen
dari sakunya, ia membuka yang pertama terus yang satu lagi tertutup bungkus.
Lalu dia melemparkan keduanya ke lantai.
Mr. Sheikh bertanya: “Jika saya meminta anda
untuk mengambil satu permen, mana yang anda pilih?”
Mr. Inggris menjawab: “tentu saya mengambil yang
tertutup…”
Mr. Sheikh berkata: ” Itulah cara kami
memperlakukan dan melihat perempuan kami”
Mr. Inggris: ….. J!!! [bengong]
-Finish-
NASRANI VS MUSLIM
Nasrani: “Boleh bertanya? Mengapa Rasul anda
menikahi 11 atau 12 orang perempuan? Ini menunjukkan bahwa ia adalah orang yang
suka mengumbar nafsu (seks)?”
Muslim: “Pertama, tolong beritahu saya, orang
yang menikah karena nafsu (seks) akan memilih gadis atau janda?”
Nasrani: “Ia akan memilih gadis.”
Muslim: “Perempuan pertama yang dinikahi
Rasulullâh adalah Khadijah binti Khuwailid yang berstatus janda dan berusia 40
tahun.
Kedua, pada usia berapakah nafsu seksual
meledak-ledak?”
Nasrani: “Kurang lebih mulai dari usia 16 tahun
sampai 40 tahun, sebagai usia kesempurnaan bagi kejantanan dan kematangan
akal.”
Muslim: “Rasul kami tidak menikah dengan
perempuan lain setelah Khadijah, kecuali setelah usia beliau mencapai 50 tahun.
Jadi, masalahnya adalah untuk kepentingan penetapan syari’at dan hikmah, bukan
syahwat atau nafsu.”
Nasrani: “Baiklah…! Jika bukan syahwat, kenapa
harus menikahi perempuan sebanyak itu, 11 atau 12 wanita? Kenapa tidak satu,
dua atau empat?”
Muslim: “Kenapa anda mempermasalahkan Rasul kami?
Sedangkan Rasul-rasul kalian tidak kalian permasalahkan juga? Bukankah anda
beriman kepada Nabi Sulaiman? Padahal dalam kitab suci kalian disebutkan bahwa
Nabi Sulaiman beristrikan 1000 orang wanita. (Disebutkan di dalam I Raja-Raja
[11: 2 ,3] : “… Hati Solomo telah
terpaut kepada mereka dengan cinta. Ia mempunyai tujuh ratus istri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik…”) . Begitu juga dengan Nabi kalian yaitu Rehabeam yang memiliki 78 istri. (Disebutkan dalam II Tawarikh: “Rehabeam mencintai Maakha, anak Absalom itu, lebih daripada semua istri dan gundiknya, ia mengambil delapan belas istri dan enam puluh gundik…”) . Maka bandingkanlah dengan jumlah istri dari Rasul kami yang hanya berjumlah 12 orang, mana yang terbanyak? Bagaimana anda mencela poligami Nabi kami dan mencacinya? Dan anda menganggap ini adalah aib dari kedudukan kenabian? Sementara kitab kalian sendiri telah menyebutkan poligami dari Nabi-nabi besar kalian, dan kalian menganggapnya wajar?
terpaut kepada mereka dengan cinta. Ia mempunyai tujuh ratus istri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik…”) . Begitu juga dengan Nabi kalian yaitu Rehabeam yang memiliki 78 istri. (Disebutkan dalam II Tawarikh: “Rehabeam mencintai Maakha, anak Absalom itu, lebih daripada semua istri dan gundiknya, ia mengambil delapan belas istri dan enam puluh gundik…”) . Maka bandingkanlah dengan jumlah istri dari Rasul kami yang hanya berjumlah 12 orang, mana yang terbanyak? Bagaimana anda mencela poligami Nabi kami dan mencacinya? Dan anda menganggap ini adalah aib dari kedudukan kenabian? Sementara kitab kalian sendiri telah menyebutkan poligami dari Nabi-nabi besar kalian, dan kalian menganggapnya wajar?
Nasrani: “Hmm… Lalu kenapa juga Rasul anda
menikahi gadis dibawah umur, yaitu Aisyah yang dinikahi pada usia 6 atau 9
tahun? Bukankah itu adalah aib juga?”
Muslim: Bagaimana halnya dengan kehidupan kalian
sendiri, yang mana perempuan-perempuan kalian telah banyak melakukan hubungan
intim diluar nikah pada usia di bawah sepuluh tahun? Hal ini sudah diakui oleh
berbagai media. Lantas kenapa anda mempermasalahkan Nabi kami yang menikahi
wanita di bawah umur, sedangkan perempuan-perempuan kalian sendiri sangat
banyak yang melakukan perzinahan dibawah umur?
Mana yang lebih aib?”
Mana yang lebih aib?”
Nasrani: “Anggaplah perempaun-perempuan kami
adalah oknum, jadi tidak bisa dijadikan landasan. Adapun Nabi anda adalah
seorang yang suci dan mulia, tapi berbuat seperti itu? Lihatlah perbedaan usia
yang sangat jauh tatkala Nabi anda menikahi Aisyah
yang baru berusia 6 tahun sedangkan Nabi anda berusia 50 tahun, selisih 44 tahun!!”
yang baru berusia 6 tahun sedangkan Nabi anda berusia 50 tahun, selisih 44 tahun!!”
Muslim: “Apakah anda lupa atau tidak tahu
terhadap sejarah Maria ‘Si perawan suci’? Pada usia berapa dia menikah di dalam
sejarah kalian? Maria menikah dengan Yoseph ketika usia 12 tahun! Bukankah itu
juga di bawah umur? Sedangkan Yoseph waktu itu sudah berusia 89 tahun
(disebutkan dalam Ensiklopedi Katolik). Usia mereka selisih 77 tahun! Perbedaan
yang sangat jauh sekali dibandingkan dengan Nabi kami.”
Nasrani: “Baiklah…! Kami menyerah pada anda dalam
konteks Nabi anda, lalu mengapa anda (laki-laki Muslim) menikahi 4 orang
perempuan? Ini adalah penghinaan bagi perempuan?”
Muslim: “Masyarakat Barat sekarang ini, seorang
laki- laki menikahi satu orang perempaun saja, tetapi berhubungan intim secara
ilegal (haram) atau selingkuh dengan sejumlah perempaun, baik teman maupun
pacar gelap. Data statistik kontemporer di Barat
menunjukkan bahwa populasi perempaun lebih banyak daripada laki-laki. Hubungan intim yang dilakukan laki-laki membuat kaum perempaun hanya sebagai tempat pelampiasan nafsu saja. Lalu setelah si laki- laki menyalurkan libidonya, maka si perempuan menjadi tidak berharga lagi baginya. Penghinaan terhadap perempaun seperti apa yang lebih dahsyat dari itu? Sedangkan agama kami mengharuskan kami untuk memperlakukan semua istri secara ma’ruf (baik) dan memberikan hak-hak mereka secara adil. Selain itu, perempaun juga harus diposisikan sebagai bagian dari laki-laki, karena perempaun adalah rumahnya, tempat tinggalnya dan pakaiannya. Itu adalah ikatan yang kuat di mana perempaun dapat menemukan kehormatannya dan merealisasikan keperampuannya. Jadi, manakah yang lebih agung dan lebih mulia, wahai para dokter sekalian?”
menunjukkan bahwa populasi perempaun lebih banyak daripada laki-laki. Hubungan intim yang dilakukan laki-laki membuat kaum perempaun hanya sebagai tempat pelampiasan nafsu saja. Lalu setelah si laki- laki menyalurkan libidonya, maka si perempuan menjadi tidak berharga lagi baginya. Penghinaan terhadap perempaun seperti apa yang lebih dahsyat dari itu? Sedangkan agama kami mengharuskan kami untuk memperlakukan semua istri secara ma’ruf (baik) dan memberikan hak-hak mereka secara adil. Selain itu, perempaun juga harus diposisikan sebagai bagian dari laki-laki, karena perempaun adalah rumahnya, tempat tinggalnya dan pakaiannya. Itu adalah ikatan yang kuat di mana perempaun dapat menemukan kehormatannya dan merealisasikan keperampuannya. Jadi, manakah yang lebih agung dan lebih mulia, wahai para dokter sekalian?”
Nasrani: “glek’♥
-Finish-
TUKANG CUKUR VS CUSTOMER
Tukang cukur berkata: “Saya tidak percaya Allah
itu ada”
“Kenapa kamu berkata begitu???” si custumer
menimpali
Tukang Cukur: “Begini…, coba Anda perhatikan di
depan sana, di jalanan untuk menyadari bahwa Allah itu tidak ada. Katakan
kepadaku, jika Allah itu ada. Adakah yang sakit? Adakah anak terlantar? Jika
Allah ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat
membayangkan Allah Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.”
Si customer diam untuk berpikir sejenak, tapi
tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.
Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si
customer pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.
Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan
itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar,
gimbal, kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak
terawat.
Si customer balik ke tempat tukang cukur dan
berkata, “Kamu tahu, sebenarnya tidak ada tukang cukur.”
Si tukang cukur tidak terima,”Kamu kok bisa
bilang begitu?” kemudian ia melanjutkan “Saya disini dan saya tukang cukur dan
barusan saya mencukurmu!”
“Tidak!” elak si customer.
“Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada,
tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti
orang yang di luar sana” si customer menambahkan.
“Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!” sanggah
si tukang cukur.
“Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka
sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya” jawab si tukang cukur membela
diri.
“Cocok!” kata si customer menyetujui. “Itulah
point utama-nya! Sama dengan Allah, Allah itu juga ada! Tapi apa yang
terjadi??? orang-orang tidak mau datang kepada-Nya, dan tidak mau mencari-Nya.
Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”
Si tukang cukur terbengong !!!
-Finish-
FENOMEN PALING MENGHARUKAN DI PENGADILAN
SAUDI
Di salah satu pengadilan Qasim, berdiri Hizan al
Fuhaidi dengan air mata yang bercucuran sehingga membasahi janggutnya! Kenapa?
Karena ia kalah terhadap perseteruannya dengan saudara kandungnya!
Tentang apakah perseteruannya dengan saudaranya?
Tentang tanah kah? atau warisan yang mereka saling perebutkan?
Bukan karena itu semua! Ia kalah terhadap
saudaranya terkait pemeliharaan ibunya yang sudah tua renta dan bahkan hanya
memakai sebuah cincin timah di jarinya yang telah keriput.
Seumur hidupnya, beliau tinggal dengan Hizan yang
selama ini menjaganya. Tatkala beliau telah manula, datanglah adiknya yang
tinggal di kota lain, untuk mengambil ibunya agar tinggal bersamanya, dengan
alasan, fasilitas kesehatan dan lain-lain di kota jauh lebih lengkap daripada
di desa.
Namun Hizan menolak dengan alasan, selama ini ia
mampu untuk menjaga ibunya. Perseteruan ini tidak berhenti sampai di sini,
hingga berlanjut ke pengadilan!
Sidang demi sidang dilalui, hingga sang hakim pun
meminta agar sang ibu dihadirkan di majelis.
Kedua bersaudara ini membopong ibunya yang sudah
tua renta yang beratnya sudah tidak sampai 40 Kg!
Sang Hakim bertanya kepadanya, siapa yg lebih
berhak tinggal bersamanya. Sang ibu memahami pertanyaan sang hakim, ia pun
mnjawab, sambil menunjuk ke Hizan, “Ini mata kananku!” kemudian menunjuk ke
adiknya sambil berkata, “Ini mata kiriku!
Sang Hakim berpikir sejenak kemudian memutuskan
hak kepada adik Hizan, berdasar kemaslahatan bagi si ibu!
Betapa mulia air mata yang dikucurkan oleh Hizan!
Air mata penyesalan karena tidak bisa memelihara ibunya tatkala beliau telah
menginjak usia lanjutnya! Dan, betapa terhormat dan agungnya sang ibu! yang
diperebutkan oleh anak-anaknya hingga seperti ini!
Andaikata kita bisa memahami, bagaimana sang ibu
mendidik kedua putranya hingga ia menjadi ratu dan mutiara termahal bagi
anak-anaknya!
Ini adalah pelajaran mahal tentang berbakti,
tatkala durhaka sudah menjadi budaya,
“Ya Allah, Tuhan kami! Anugerahkan kepada kami keridhoan ibu kami dan berilah kami kekuatan agar selalu bisa berbakti kepadanya!” Âmîn
“Ya Allah, Tuhan kami! Anugerahkan kepada kami keridhoan ibu kami dan berilah kami kekuatan agar selalu bisa berbakti kepadanya!” Âmîn
Tidak ada komentar:
Posting Komentar